Archive

Archive for the ‘Perkuliahan’ Category

Cara cerdas memilih program studi di Perguruan Tinggi

January 12, 2011 Leave a comment

Adakalanya calon mahasiswa baru yang akan memilih program studi di Perguruan Tinggi merasa bingung karena tidak tahu secara pasti program studi apa yang akan dipilih dan kemana arahnya setelah lulus kuliah, bahkan ada yang mencoba dengan “ Aji Pengawuran “, sehingga dapat berakibat hal hal yang tidak diharapkan oleh Calon mahasiswa tersebut ataupun orangtuanya, maka dari itu harus hati hati dalam memilih program studi.

Cara cerdas memilih program studi di Perguruan Tinggi antara lain :

1. Faktor Internal :

  • Berpikirlah secara tenang, konsentrasikan dirimu dan jangan panik
  • Ukur dan fahami kemampuan finansial orang tua
  • Minat terbesar dirimu di bidang apa
  • Sadari bakat dan potensi kamu
  • Cita cita atau keinginan kamu setelah lulus mau jadi apa
  • Pilih program studi yang ngepas dan sreg buat kamu
  • Jangan coba coba iseng  mengikuti pilihan teman atau pacar
  • Nasehat, saran, dan dukungan Orang tua sangat penting
  • Jangan karena terpaksa atau asal saja dalam memilih program studi
  • Pilihan program studi yang kamu pilih akan menyangkut masa depan kamu

2. Faktor Eksternal :

  • Cari informasi status akreditasi program studinya, dan prospek masa depannya
  • Cari informasi visi dan misi perguruan tingginya
  • Pilih kampus yang oke, dan punya nama baik
  • Cari informasi mengenai kualitas dosen, dan lulusannya
  • Lihat fasilitas, laboratorium, dan perpustakaannya
  • Cari informasi fasilitas dan intensitas kegiatan kemahasiswaannya
  • Lihat kemudahan dan akses transportasi menuju kampus
  • Lihat lingkungan area kampus
  • Tanyakan uang pendidikan  per semester dan  keseluruhan
  • Cari informasi status kepemilikan gedungnya
  • Cari juga informasi perguruan tinggi lainnya sebagai pembanding

PENTING : Dengan memperhatikan informasi tersebut di atas, diharapkan calon mahasiswa baru akan tepat dan cepat menentukan pilihannya sesuai minat dan kemampuannya.

Categories: Perkuliahan

Kiat Belajar Efektif di Perguruan Tinggi

December 16, 2010 Leave a comment

Proses belajar tidak lepas dari “ ingat dan lupa “. Semakin banyak yang dapat diingat dari apa yang dibaca, didengar, dilihat, atau dialami, makin banyak pula pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar tersebut. Bila lebih banyak yang terlupakan, maka boleh dikatakan belajar kita tidak efektif

Para ahli mengatakan bahwa kelupaan dapat dikurangi apabila kita berkonsentrasi penuh berusaha memahami materi pelajaran pada saat pertama menghadapinya, sehingga mempunyai kesan yang mendalam dan akan tersimpan ke dalam ingatan.

Supaya seseorang mahasiswa dapat menyelesaikan studinya secara tepat waktu, maka perlu belajar secara efektif, sehingga sasaran akhir dapat dicapai dengan baik.

Walter Pauk, dalam bukunya yang berjudul “ How to study in College “, menguraikan bahwa ada 10 prinsip belajar dan mengingat agar efektif,  terinci sebagai berikut :

1. Ketertarikan pada pelajaran

Kita harus berusaha untuk dapat menyenangi materi kuliah agar terdorong bersemangat untuk mempelajarinya, sehingga ada rasa cinta terhadap materi kuliah tersebut.

2. Harus selektif

Kita harus selektif, dengan cara merinci / memilah materi kuliah yang banyak menjadi beberapa bagian kecil yang mudah diingat, dan harus membatasi belajar hanya yang penting penting saja, dan jangan semua yang mendetail harus diingat. Hal tersebut akan mudah dijalankan  kalau disertai dengan pemahaman terhadap materi kuliah dan keterkaitan antara bagian yang satu dengan yang lain.

3. Keinginan untuk mengingat

Keinginan terhadap sesuatu biasanya mendorong kita untuk lebih memperhatikan dan memahaminya. Kejelasan tujuan dan manfaat dari suatu mata kuliah akan mendorong tumbuhnya keinginan untuk mempelajarinya. Bila Dosen kurang dalam menjelaskan, mahasiswa perlu berinisiatif mencari tahu apa tujuan dan manfaat dari suatu mata kuliah tersebut.

4. Pengetahuan yang sudah kita miliki

Informasi baru yang kita peroleh, baru nyambung apabila sebelumnya kita sudah mempunyai pengetahuan mengenai hal yang sama.

5. Penggorganisasian bahan kuliah agar menjadi berarti

Bahan kuliah harus kita atur sedemikian rupa  agar menjadi lebih sederhana untuk dapat dicerna dari segi struktur maupun isinya, sehingga dapat dipahami dengan baik.

6. Pengungkapan materi kuliah dengan kata kata sendiri

Materi kuliah yang sudah kita peroleh, harus dapat kita ambil inti sarinya dan kita jabarkan dengan kata kata sendiri, yang penting tidak menyimpang dari substansi materi kuliah yang ada. Kalau hal itu sudah dapat kita laksanakan berarti kita sudah dapat memahami, dan mendalami materi kuliah yang ada.

7. Pengkonsolidasian materi kuliah

Materi kuliah yang sudah kita peroleh harus dapat diendapkan, dianalisa, dan segera di perbaiki sesuai apa yang dimaksudkan oleh Dosen, karena biasanya mahasiswa tidak secara langsung dapat menangkap dengan benar dan tepat substansi materi kuliah  yang dimaksud oleh Dosen

8. Memperpendek waktu belajar

Supaya tidak membosankan, dan mengurangi konsentrasi dalam belajar maka waktu belajar yang panjang dapat diperpendek dengan beberapa tahapan atau sesi, yang penting ada kesinambungan materi kuliahnya.

9. Visualisasi mental

Supaya materi kuliah dapat terpatri di sanubari, maka kita harus membiasakan diri untuk tidak hanya mengingat informasi dalam bentuk kata kata, tetapi juga dalam bentuk sketsa, atau diagram, sehingga dengan kombinasi tersebut dapat meningkatkan daya ingat, mengingat bahwa otak kiri  menyimpan informasi verbal, dan otak kanan menyimpan informasi visual,

10. Keterkaitan antara informasi baru dengan ingatan informasi yang sudah dimiliki

Kalau hal itu dapat dilaksanakan dengan baik, maka kalau kita mengingat informasi lama, maka dapat memicu mengingat atau, mengkaitkan dengan informasi yang baru kita peroleh, demikianpun sebaliknya.

 

Disamping 10 prinsip tersebut di atas, ada cara belajar yang lebih terstruktur yaitu suatu sistem yang disebut 3 R ( Read, Record, Recite ), yang terinci sebagai berikut :

Read ( Membaca ), yaitu membaca dan membaca ulang sampai paham dengan jelas, apa yang ada pada suatu buku.

Record ( Memberi catatan ), yaitu  memberi catatan atau tanda pada buku  yang dibaca atau pada kertas atau buku lainnya untuk melengkapi atau memperjelas materi buku yang telah dibaca.

Recite ( Mengulas ), yaitu mengungkapkan isi buku dengan kata kata sendiri sambil menutup buku terkait.

 

PENTING : Kalau kita dapat memahami mengenai ketentuan tersebut di atas, maka diharapkan dapat menguasai materi kuliah dan isi suatu buku dengan sebaik-baiknya dan dapat menyelesaikan studi sesuai waktu yang telah ditetapkan.

Categories: Perkuliahan

Strategi supaya cepat lulus kuliah

December 12, 2010 Leave a comment

Belajar di Perguruan Tinggi memang berbeda dengan sewaktu belajar di SMA, karena memerlukan kemandirian agar dapat menyerap dan menganalisa materi perkuliahan yang diberikan oleh Dosen, dan meramunya menjadi sesuatu yang baru menurut logika dan daya nalar mahasiswa yang bersangkutan, sehingga supaya dapat cepat lulus kuliah, selain memerlukan strategi tersendiri, juga perlu melaksanakan manajemen waktu agar kegiatan perkuliahan dapat diikuti dengan se-baik-baiknya.

Dosen hanya berperan sebagai pengarah, pelatih, dan pembimbing agar materi perkuliahan dapat dicerna atau dimengerti oleh para mahasiswa.

Beberapa strategi agar dapat cepat lulus kuliah di Perguruan Tinggi antara lain :

  • Pilihlah program studi sesuai minat, bakat, dan kemampuan, sehingga dalam materi kuliah dapat diterima dengan senang dan tulus
  • Ikutilah kelompok studi/diskusi, agar dapat mempertajam daya inisiatif, daya kreatifitas, dan menambah wawasan bidang ilmu
  • Biasakanlah untuk tepat waktu masuk kuliah dan usahakanlah tidak terlambat, karena untuk menerima materi kuliah yang baru memerlukan adjustment process terhadap diri dan lingkungan yang ada
  • Kerjakanlah segera tugas tugas yang diberikan oleh Dosen, dan supaya diusahakan tidak ditunda, karena semakin ditunda akan sulit memprediksikan kapan dapat dikerjakannya.
  • Sering seringlah untuk mengunjungi perpustakaan atau toko buku untuk merangsang diri agar selalu ingin mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Jangan malu malu untuk menanyakan kepada Dosen materi kuliah yang kurang jelas, karena dalam kuliah itu sudah membayar fee yang harus diperhitungkan pula dengan penguasaan bidang ilmu yang diajarkan.
  • Ikutilah kegiatan yang dapat menambah wawasan agar lebih berdaya guna dan berhasil guna, misalnya  mengikuti : seminar, pelatihan, diskusi, studi lapangan, penelitian, membaca koran, melihat telivisi.
  • Lengkapilah pengetahuan dengan instrument penunjang perkuliahan, misalnya : penguasaan bahasa inggris, komputer, internet, penulisan ilmiah dsb.
  • Jagalah etika sebagai mahasiswa yang memiliki sikap ilmiah / intelektual, sopan, memiliki budi pekerti yang luhur, hormat pada dosen, sesama mahasiswa, jujur, dsb.
  • Persiapkanlah diri dengan sebaik-baiknya sebelum ujian, dengan perencanaan waktu yang tepat agar mempunyai rasa percaya diri, rasa optimis dalam menyelesaikan soal soal ujian.
  • Perbanyaklah mengikuti kegiatan di kampus yang dapat menambah wawasan, ilmu pengetahuan, agar dapat menunjang materi perkuliahan.
  • Usahakanlah mengikuti kegiatan kemahasiswaan sebagai penunjang kegiatan intra kurikuler yang meliputi kegiatan : penalaran & keilmuan, bakat, minat & kegemaran, kesejahteraan mahasiswa.
  • Pilihlah teman yang baik dalam lingkungan pergaulan kampus, karena lingkungan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan
  • Hindarkanlah kegiatan yang bersifat negatif yang dapat menurunkan kreditibilitas sebagai mahasiswa misalnya : sifat arogan, melecehkan dosen / karyawan / sesama mahasiswa, ngrumpi di kelas, nyontek, pacaran di kampus, mbolos kuliah, titip absen, memakai narkoba,  bertindak destruktif, dsb.

PENTING : Dengan adanya strategi tersebut diharapkan seseorang mahasiswa dapat cepat menyelesaikan studi sesuai waktu yang telah direncanakan, dan dapat lulus dengan IPK yang optimal.

Categories: Perkuliahan

Kegiatan kemahasiswaan di Perguruan Tinggi apa aja sih ?

December 11, 2010 Leave a comment

Secara umum yang dimaksud kegiatan kemahasiswaan adalah suatu kegiatan yang bersifat ekstra kurikuler untuk melengkapi kegiatan intra kurikuler, yaitu suatu kegiatan yang dilaksanakan di dalam maupun di luar kampus tanpa diberi bobot sks, yang meliputi : pengembangan penalaran dan keilmuan, bakat minat dan kegemaran,  kesejahteraan mahasiswa, serta bakti sosial mahasiswa.

Kadang kadang masyarakat umum bahkan mahasiswa belum mengetahui secara pasti bahwa ternyata ada kegiatan tersebut di kampus perguruan tinggi , sehingga mereka tidak mengikuti atau mungkin justru sengaja tidak mau mengikuti dengan alasan kurang tertarik, kawatir kalau menganggu perkuliahan, atau sebab lainnya, pada hal banyak keuntungannya kalau mengikuti kegiatan tersebut antara lain : menambah wawasan, menambah pengetahuan, belajar berorganisasi, belajar berkomunikasi, belajar memecahkan masalah.

Kegiatan Kemahasiswaan mencakup hal hal sebagai berikut :

Kegiatan Pengembangan Penalaran dan Keilmuan  terdiri antara lain :

  • Forum Akademik atau Pertemuan Ilmiah
  • Lomba Karya Ilmiah
  • Pelatihan Keterampilan
  • Penerbitan Kampus
  • Kegiatan Organisasi Antar Kampus

Kegiatan Bakat, Minat dan Kegemaran terdiri antara lain :

  • Kegiatan Keolahragaan :
  • Misalnya : Sepakbola, Bulutangkis, Voli, Basket, Tenis meja, Catur, Climbing, dsb.
  • Kegiatan Kerohanian :
  • Misalnya : Forum komunikasi agama : Islam, Kristen, Katolik, Budha.
  • Kegiatan Beladiri :
  • Misalnya : Karate, Jiu jitsu, Judo, Wushu, Tae kwon do
  • Kegiatan Kesenian :
  • Misalnya : Paduan Suara, Fotografi, Band, Seni tari, Seni teater dsb
  • Kegiatan Pecinta Alam
  • Kegiatan Pelatihan Keilmuan :
  • Misalnya : Bahasa : Inggris, Jerman, Mandarin

Kesejahteraan Mahasiswa

Mencakup pemberian bea siswa kepada mahasiswa yaitu bea siswa  yang berasal dari internal maupun eksternal Perguruan Tinggi yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang berprestasi di bidang : akademik, olah raga, kesenian, dan bidang lainnya, dan juga bagi mahasiswa yang kurang mampu di bidang financial.

Bakti Sosial Mahasiswa

Yaitu kegiatan yang bersifat membantu atau terjun ditengah-tengah masyarakat di dalam kota maupun luar kota, dalam rangka kepedulian mahasiswa atau perguruan tinggi terhadap masyarakatnya.

 

Kegiatan tersebut diwadahi di dalam suatu organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas maupun di tingkat fakultas

Organisasi di tingkat universitas  terdiri dari :

  • Majelis Permusyawaratan Mahasiswa ( MPM U )
  • Dewan Perwakilan Mahasiswa ( DPM U )
  • Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM U )
  • Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM )

Organisasi di tingkat fakultas terdiri dari :

  • Dewan Perwakilan Mahasiswa ( DPM F )
  • Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM F )
  • Ikatan Mahasiswa Jurusan / program studi ( IMA )

 

Kalau seorang mahasiswa dapat membagi waktu antara kegiatan intra kurikuler dan kegiatan ekstra kurikuler, niscaya setelah lulus akan merasa puas, namun yang penting IPK nya jangan hanya sekedar IPK pas pas-an, tetapi IPK yang prestatif, dan tidak jarang bahwa mahasiswa yang mempunyai IPK yang dikategorikan Baik ( di atas 3.00 ) diraih oleh mahasiswa peserta kegiatan kemahasiswaan.

 

Dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan, maka mahasiswa akan mempunyai nilai plus, sehingga nantinya setelah lulus, mahasiswa tersebut sudah mempunyai bekal untuk dapat terjun di masyarakat, ataupun sebagai bekal dalam bekerja, bahkan ada suatu perusahaan kalau seandainya memilih satu dari dua calon karyawan yang ada, maka yang dipilih adalah calon karyawan  yang  pada waktu kuliah pernah mengikuti kegiatan kemahasiswaan.

Categories: Perkuliahan

Kiat merawat motor agar selalu aman di jalan

December 10, 2010 Leave a comment

Motor merupakan alat transportasi yang praktis dan ekonomis, karena disamping dapat dikendarai di pedesaan maupun perkotaan, juga harganyapun pada waktu ini dapat dijangkau oleh masyarakat, bahkan untuk mendapatkan motor, ada perusahaan yang menawarkan tanpa uang muka (DP).

Supaya motor dapat dipakai oleh pemiliknya dalam waktu yang lama, maka  Pemilik harus merawatnya dengan baik, agar selalu dapat dikendarai secara aman dan nyaman. Ada baiknya Pemilik motor memahami dan menguasai tehnis operasional dan fungsi komponen yang ada pada motor tersebut, sehingga kalau terjadi kerusakan di jalan dapat diperbaiki.

Kiat untuk merawat motor agar lebih berdayaguna dan berhasilguna adalah sebagai berikut :

Pemeriksaan terhadap rem

Rem merupakan komponen yang vital bagi motor, karena kalau rem tidak pakem, maka dapat berakibat kecelakaan terhadap pengemudi motor, maka sebelum mengendarai motor, supaya di cek terlebih dahulu apakah kabel rem dalam keadaan baik atau tidak

Ada baiknya pula juga diperiksa kabel persenelingnya.

Pemeriksaan Oli Mesin

Oli mesin merupakan pelumas atau pelancar dalam menjalankan motor, sehingga kalau oli mesin mengalami ketidaknormalan, maka dapat berakibat teknis operasional motor dapat terganggu, karena mesin merupakan penggerak motor tersebut.

Apabila oli mesin sudah berubah warnanya dari warna semula, misalnya : kehitam-hitaman, maka supaya segera diganti karena daya lumasnya sudah berkurang.

Pemeriksaan Air Aki

Aki merupakan salah satu komponen motor yang dapat menghubungkan arus listrik ke saluran lampu, dinamo, dan bagian penting lainnya, maka dari itu kalau daya kerja aki sudah lemah atau kondisi air aki sudah melewati batas yang sudah ditetapkan, supaya segera diganti.

Pemeriksaan terhadap rantai

Rantai juga merupakan komponen motor yang tidak kalah pentingnya, karena kalau pemasangannya tidak tepat, dapat menyebabkan jalannya motor tidak nyaman. Kalau rantai terlalu kendur, maka dapat terlepas dari gearnya, sedangkan kalau terlalu kencang, maka rantai dapat putus. Selain itu kondisi gear supaya juga diperiksa, kalau sudah tajam atau runcing, maka dapat menyebabkan rantai putus.

Pemeriksaan selang bensin

Selang bensin yang sudah tidak normal, misalnya : mengeras, retak, tidak elastis lagi, maka dapat menyebabkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa ke karburator, dan dapat berakibat penyumbatan atau terganggunya suplai bensin dari tangki ke karburator, sehingga sistem pembakaran terganggu.

Pemeriksaan terhadap tekanan angin dalam ban

Tekanan angin dalam ban supaya diatur sedemikian rupa sesuai ketentuan yang ada, dan jangan terlalu keras atau terlalu kurang, karena dapat mengakibatkan ban rusak dan kenyamanan berkendaraan dapat terganggu.

Pemanasan mesin sebelum motor dijalankan

Supaya sirkulasi oli dapat melumasi seluruh bagian mesin dengan baik, maka  sebelum dijalankan supaya dipanasi terlebih dahulu selama 2 menit.

Pembelian sparepart motor yang asli

Agar motor mempunyai umur teknis yang lama, maka dalam membeli sparepart supaya dibeli yang asli, karena kalau sebagian komponen sparepart ada yang tidak asli, maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan gerak, sehingga sistem operasional tidak berjalan dengan optimal.

Selain pengecekan terhadap sarana pisik motor tersebut, perlu juga diperhatikan sarana pisik orang yang mengendarai motor tersebut yaitu antara lain : dalam kondisi sehat, misalnya : tidak pusing, flu, batuk, sesak napas, sakit perut, dsb. , karena kalau sampai terganggu kesehatannya dalam mengendarai motor dapat berakibat hal hal yang tidak diinginkan.

Kalau kedelapan hal tersebut dapat dipenuhi, maka diharapkan seseorang dapat mengemudikan motor dengan aman, nyaman, dan umur teknis motor dapat terjamin.

Categories: Perkuliahan

Mau tahu sistem belajar di Perguruan Tinggi ?

December 9, 2010 Leave a comment

Supaya seorang mahasiswa sukses dalam belajar di Perguruan Tinggi sehingga dapat menyelesaikan studi sesuai waktu yang sudah direncanakan, maka harus mengetahui sistem belajar, yang menyangkut beberapa aspek antara lain : periode belajar, beban atau bobot belajar, rencana belajar, evaluasi belajar, hasil belajar, dan batas masa studi.

Sehingga dengan memahami sistem belajar, diharapkan seorang mahasiswa dapat mengatur strategi dalam mencapai tujuannya.

Belajar atau kuliah di Perguruan Tinggi dilaksanakan dengan suatu sistem, agar tujuan belajar dapat dilaksanakan secara efisien.

Di dalam sistem belajar, masa belajar dibagi ke dalam periode belajar, yaitu semester atau catur wulan tergantung kondisi dan situasi, tetapi yang sering dipakai adalah semester.

Waktu di dalam semester (6 bulan), tidak hanya digunakan untuk belajar saja, tetapi sebagian waktunya juga untuk : pengurusan administrasi persiapan kuliah, ujian, dan liburan. Biasanya waktu untuk belajar di dalam satu semester berkisar di antara 14 sampai 16 minggu.

Banyaknya usaha untuk belajar ditakar dengan satuan beban atau bobot belajar, yang diukur dalam waktu yang disebut satuan kredit semester ( sks ), sedangkan untuk satu semester, biasanya terdiri kurang lebih 18 sks.

Untuk lulus menjadi sarjana, mahasiswa dituntut untuk lulus sebanyak 144 sampai 160 sks. Dengan sks sebagai satuan bobot belajar, maka setiap mata kuliah mempunyai bobot sks, ada yang 2 sks, 3 sks, atau 4 sks, tergantung jenis program studinya.

Seorang mahasiswa harus menyusun rencana belajarnya untuk seluruh kegiatan belajarnya selama satu semester ke dalam suatu kontrak, sehingga dapat memperkirakan kapan akan lulus.

Secara administratif, rencana dan kontrak belajar tersebut dicatat ke dalam suatu dokumen, yang disebut Keterangan Rencana Studi ( KRS ) Semester, dan mahasiswa hanya menempuh pelajaran yang tercantum ke dalam KRS tersebut.

Penilaian atau evaluasi belajar di Perguruan Tinggi dilakukan melalui sejumlah cara meliputi penilaian terhadap pelaksanaan tugas dan penilaian melalui ujian. Di banyak Perguruan Tinggi, ujian dilaksanakan pada pertengahan semester atau dikenal dengan Ujian Tengah Semester (UTS), dan pada akhir semester atau dikenal dengan Ujian Akhir Semester (UAS).

Nilai evaluasi belajar merupakan gabungan dari semua jenis penilaian pada mata kuliah di dalam semester tersebut. Biasanya, Perguruan Tinggi menggunakan dua sistem penilaian yaitu penilaian berupa bilangan 0 sampai 100, dan berupa huruf A, B, C, D, E

Sistem bilangan 0 sampai 100 biasanya digunakan pada saat Dosen mengoreksi ujian mahasiswa, kemudian melalui aturan tertentu, bilangan tersebut ditransformasikan ke dalam bentuk huruf dari A sampai E, dimana A berarti Amat Baik, B berarti Baik, C berarti Cukup, D berarti Kurang, dan E berarti Gagal.

Apabila nilai hasil belajar dari semua mata kuliah digabungkan, maka disebut dengan istilah Indeks Prestasi (IP), dan Indeks Prestasi dalam satu semester disebut Indeks Prestasi Semester (IPS), sedangkan Indeks Prestasi dari awal masuk Perguruan Tinggi sampai semester terakhir disebut Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Biasanya nilai hasil belajar dicatat dalam suatu dokumen yang disebut Keterangan Hasil Studi (KHS).

Pada saat semua mata pelajaran yang ditetapkan telah berhasil lulus, maka seorang mahasiswa telah mencapai kebulatan studi dan dinyatakan lulus dari program pendidikan. Dokumen yang mencatat seluruh hasil belajar mahasiswa dari awal sampai akhir program pendidikan dikenal sebagai transkip.

IPK juga sering dipakai sebagai dasar penerimaan karyawan di pegawai negeri maupun di perusahaan swasta, biasanya batas IPK nya adalah 2,75

Untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan studi di Perguruan Tinggi, biasanya suatu Perguruan Tinggi memberikan batas masa studi bagi mahasiswanya, misalnya 14 semester untuk program pendidikan sarjana, bahkan ada Perguruan Tinggi yang menentukan batas masa studi pada semester tertentu, karena mahasiswa tersebut tidak memenuhi syarat yang ditetapkan, sehingga dapat terkena sanksi putus kuliah.

Chemistry Benchmarking Group di Inggris menguraikan bahwa ada 8 keterampilan yang perlu dimiliki oleh mahasiswa dalam menyelesaikan studi yaitu :

  • Keterampilan berkomunikasi
  • Keterampilan pemecahan masalah sehubungan dengan informasi kualitatif dan kuantitatif
  • Keterampilan bilangan dan komputasi
  • Keterampilan menemukan informasi ( information retrieval ) sehubungan dengan sumber informasi primer dan sekunder
  • Keterampilan teknologi informasi
  • Keterampilan antar pribadi ( interpersonal ) dalam hubungannya dengan orang lain
  • Keterampilan mengatur waktu dan berorganisasi
  • Keterampilan belajar untuk pengembangan profesional

PENTING : Kalau mahasiswa mempunyai keterampilan tersebut di atas, maka diharapkan dapat sukses dalam menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi dengan hasil yang optimal.

Categories: Perkuliahan

Bingung dari SMA mau kemana ? Mau tau alternatif pilihannya ?

December 8, 2010 Leave a comment

Pada waktu seseorang sudah lulus SMA, maka mempunyai alternatif pilihan untuk menentukan arah masa depannya, apakah akan bekerja mandiri ( berwirausaha ), bekerja di kantor, mengikuti kursus / pelatihan sebagai bekal atau pengantar untuk bekerja, melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi, atau mungkin ada seseorang yang untuk sementara ingin tidak bekerja dulu, atau bahkan menganggur.

Memang banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, namun faktor yang utama adalah masalah finansial, karena dari finansial itulah dapat merealisasikan keinginan seseorang dalam mencapai tujuannya, sehingga disini peran orang tua sangat penting, karena setelah lulus dari SMA, secara umum seseorang belum dapat mandiri.

Beberapa alternatif pilihan setelah lulus SMA adalah sebagai berikut :

Bekerja Mandiri / Berwirausaha

Dalam bekerja mandiri, maka peran modal sangat penting meskipun ada seseorang yang dapat bekerja mandiri tanpa modal, yaitu dengan bekerja ala kadarnya, namun yang dimaksud bekerja mandiri disini adalah bekerja yang produktif.

Bekerja di Kantor

Berhubung pada masa sekarang pendidikan sangat penting, maka dalam bekerja di kantor, seorang lulusan SMA biasanya hanya sebagai pelaksana atau karyawan golongan rendah, karena pada masa kini lulusan ahli madya atau sarjana masih banyak yang belum mendapat pekerjaan, sehingga persyaratan jabatan dalam bekerja biasanya minimal berijasah ahli madya atau sarjana, sehingga sangat sulit bagi para lulusan SMA untuk bekerja di kantor.

Mengikuti Kursus / Pelatihan

Adakalanya seseorang lulusan SMA menyadari bahwa dengan hanya lulusan SMA sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan, maka mereka berusaha untuk mengembangkan dirinya untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilannya melalui kursus atau pelatihan.

Untuk supaya cepat mendapatkan pekerjaan, maka seseorang harus cermat dalam memilih jenis kursus atau pelatihan apa yang akan dipilih, dan supaya diusahakan untuk memilih kursus atau pelatihan yang dibutuhkan oleh pasar kerja.

Adapun jenis kursus atau pelatihan antara lain adalah :
Komputer, Bahasa Inggris, Sekretaris, Kewirausahaan, Montir, Tata Buku, Akuntansi, Jahit Menjahit, sopir, dsb.

Melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi

Ini merupakan alternatif yang paling banyak memerlukan dana, karena jangka waktunya yang lama, yaitu antara 3 sampai 5 tahun.

Kalau akan melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi, bentuk kelembagaan apakah yang akan dipilih, apakah Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi, Politeknik, dimana masing masing kelembagaan tersebut mempunyai karakteristik sendiri.

Selain itu program studi yang akan dipilih, apakah : manajemen, akuntansi, ilmu hukum, arsitektur, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, perencanaan wilayah & kota, psikologi, kedokteran, komunikasi dan masih banyak lagi.

Untuk mendapatkan pekerjaanpun, pada masa kini sangat sulit, karena selain jumlah / banyaknya orang yang ingin bekerja tidak sebanding dengan jumlah pekerjaan yang tersedia, juga karena kompetensi yang dimiliki oleh para pencari kerjapun kebanyakan tidak sesuai dengan persyaratan jabatan di perusahaan atau kebutuhan pasar, akibat dari hal tersebut maka terjadi pengangguran

PENTING : Pada prisipnya untuk mengadakan alternatif pilihan setelah lulus SMA tergantung beberapa faktor antara lain : potensi diri, kemampuan diri, finansial, dan kondisi & situasi orang yang bersangkutan.

Categories: Perkuliahan

Anda bingung cari program studi di Perguruan Tinggi ?

December 7, 2010 Leave a comment

Seseorang Calon Mahasiswa yang akan memilih program studi di Perguruan Tinggi, harus dilaksanakan dengan cermat dan hati hati, karena kalau sampai salah pilih, maka dapat berakibat pada aspek psychis dan finansial.

Dalam memilih program studi, harus sesuai minat dan kemampuannya, karena dari titik situlah keberhasilan Calon Mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar yang dicita-citakan.


Sewaktu masih berada di kelas III SMA, biasanya seseorang kalau ditanyakan akan melanjutkan kuliah ke program studi apa atau ke Perguruan Tinggi mana, agak sulit untuk menjawab, karena memang mereka belum mengetahui sepenuhnya mengenai jenis, macam program studi, materi yang dipelajari, dan lapangan pekerjaan yang akan digeluti, kalau mereka sudah lulus dari Perguruan Tinggi nantinya, pada hal mereka harus memutuskan hal tersebut demi masa depan mereka.

Kadang kadang timbul suatu ketidaksamaan pilihan program studi, antara orang tua dan anaknya, sehingga perlu adanya penyesuaian di antara kedua belah pihak untuk memutuskan hal yang terbaik bagi masa depan anaknya.

Adakalanya seseorang dalam memilih program studi, tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya, atau karena hanya pengaruh lingkungan teman-temannya saja, atau bahkan hanya karena  ingin mendapatkan status sebagai mahasiswa saja.

Yang menjadi masalah yaitu kalau pilihan program studi tidak sesuai dengan minat, kemampuan, potensi, atau bakat  seseorang, maka dapat berakibat mereka merasa terbebani, stress, atau menyesali diri karena telah keliru memilih program studi.

Untuk menghindari supaya tidak salah dalam memilih program studi, maka salah satu diantaranya melalui jasa Lembaga Psikologi, karena melalui Lembaga tersebut dapat diketahui : bakat, minat, kemampuan, dan potensi diri sehinga diharapkan seseorang dapat lancar dan sukses dalam menyelesaikan studinya.

Dengan tes minat dapat diketahui arena minat seseorang antara lain : outdoor ( berhubungan dengan aktivitas di luar / lingkungan terbuka ), mechanical ( berhubungan dengan mesin atau mekanik ), computational ( berhubungan dengan angka / menghitung ), scientific ( berhubungan dengan analisis, penyelidikan, eksperiment, ilmu pengetahuan ), personal contact ( berhubungan dengan manusia ), aesthetic ( yang berhubungan dengan seni / menciptakan sesuatu ), literary ( berhubungan dengan buku / membaca / mengarang ), musical ( berhubungan dengan alat musik ), social service ( berhubungan dengan kesejahteraan / sosial ), clerical ( berhubungan dengan tugas rutin ), practical ( berhubungan dengan pekerjaan praktis ), medical ( berhubungan dengan pengobatan / penyakit ).

Sehingga dari hasil tes tersebut dapat diketahui, ke program studi mana seseorang akan memilih.

Setiap Perguruan Tinggi mempunyai program studi sendiri sendiri sesuai dengan kebutuhan, visi, dan misi Perguruan Tinggi tersebut.

Jenis jenis program studi di Perguruan Tinggi antara lain :

Manajemen, Akuntansi, Ilmu Hukum, Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, Perencanaan Wilayah & Kota, Pendidikan Dokter, Psikologi,

Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Ilmu Komunikasi.

PENTING : Untuk menghindari supaya tidak keliru dalam memilih program studi di Perguruan Tinggi antara lain adalah : harus mengetahui kemampuan diri, bakat & minatnya, dan berusaha memperoleh informasi yang sebaik-baiknya hal yang berhubungan dengan program studi / perguruan tinggi.

Categories: Perkuliahan
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.