Home > Perkuliahan > Kiat Belajar Efektif di Perguruan Tinggi

Kiat Belajar Efektif di Perguruan Tinggi

Proses belajar tidak lepas dari “ ingat dan lupa “. Semakin banyak yang dapat diingat dari apa yang dibaca, didengar, dilihat, atau dialami, makin banyak pula pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar tersebut. Bila lebih banyak yang terlupakan, maka boleh dikatakan belajar kita tidak efektif

Para ahli mengatakan bahwa kelupaan dapat dikurangi apabila kita berkonsentrasi penuh berusaha memahami materi pelajaran pada saat pertama menghadapinya, sehingga mempunyai kesan yang mendalam dan akan tersimpan ke dalam ingatan.

Supaya seseorang mahasiswa dapat menyelesaikan studinya secara tepat waktu, maka perlu belajar secara efektif, sehingga sasaran akhir dapat dicapai dengan baik.

Walter Pauk, dalam bukunya yang berjudul “ How to study in College “, menguraikan bahwa ada 10 prinsip belajar dan mengingat agar efektif,  terinci sebagai berikut :

1. Ketertarikan pada pelajaran

Kita harus berusaha untuk dapat menyenangi materi kuliah agar terdorong bersemangat untuk mempelajarinya, sehingga ada rasa cinta terhadap materi kuliah tersebut.

2. Harus selektif

Kita harus selektif, dengan cara merinci / memilah materi kuliah yang banyak menjadi beberapa bagian kecil yang mudah diingat, dan harus membatasi belajar hanya yang penting penting saja, dan jangan semua yang mendetail harus diingat. Hal tersebut akan mudah dijalankan  kalau disertai dengan pemahaman terhadap materi kuliah dan keterkaitan antara bagian yang satu dengan yang lain.

3. Keinginan untuk mengingat

Keinginan terhadap sesuatu biasanya mendorong kita untuk lebih memperhatikan dan memahaminya. Kejelasan tujuan dan manfaat dari suatu mata kuliah akan mendorong tumbuhnya keinginan untuk mempelajarinya. Bila Dosen kurang dalam menjelaskan, mahasiswa perlu berinisiatif mencari tahu apa tujuan dan manfaat dari suatu mata kuliah tersebut.

4. Pengetahuan yang sudah kita miliki

Informasi baru yang kita peroleh, baru nyambung apabila sebelumnya kita sudah mempunyai pengetahuan mengenai hal yang sama.

5. Penggorganisasian bahan kuliah agar menjadi berarti

Bahan kuliah harus kita atur sedemikian rupa  agar menjadi lebih sederhana untuk dapat dicerna dari segi struktur maupun isinya, sehingga dapat dipahami dengan baik.

6. Pengungkapan materi kuliah dengan kata kata sendiri

Materi kuliah yang sudah kita peroleh, harus dapat kita ambil inti sarinya dan kita jabarkan dengan kata kata sendiri, yang penting tidak menyimpang dari substansi materi kuliah yang ada. Kalau hal itu sudah dapat kita laksanakan berarti kita sudah dapat memahami, dan mendalami materi kuliah yang ada.

7. Pengkonsolidasian materi kuliah

Materi kuliah yang sudah kita peroleh harus dapat diendapkan, dianalisa, dan segera di perbaiki sesuai apa yang dimaksudkan oleh Dosen, karena biasanya mahasiswa tidak secara langsung dapat menangkap dengan benar dan tepat substansi materi kuliah  yang dimaksud oleh Dosen

8. Memperpendek waktu belajar

Supaya tidak membosankan, dan mengurangi konsentrasi dalam belajar maka waktu belajar yang panjang dapat diperpendek dengan beberapa tahapan atau sesi, yang penting ada kesinambungan materi kuliahnya.

9. Visualisasi mental

Supaya materi kuliah dapat terpatri di sanubari, maka kita harus membiasakan diri untuk tidak hanya mengingat informasi dalam bentuk kata kata, tetapi juga dalam bentuk sketsa, atau diagram, sehingga dengan kombinasi tersebut dapat meningkatkan daya ingat, mengingat bahwa otak kiri  menyimpan informasi verbal, dan otak kanan menyimpan informasi visual,

10. Keterkaitan antara informasi baru dengan ingatan informasi yang sudah dimiliki

Kalau hal itu dapat dilaksanakan dengan baik, maka kalau kita mengingat informasi lama, maka dapat memicu mengingat atau, mengkaitkan dengan informasi yang baru kita peroleh, demikianpun sebaliknya.

 

Disamping 10 prinsip tersebut di atas, ada cara belajar yang lebih terstruktur yaitu suatu sistem yang disebut 3 R ( Read, Record, Recite ), yang terinci sebagai berikut :

Read ( Membaca ), yaitu membaca dan membaca ulang sampai paham dengan jelas, apa yang ada pada suatu buku.

Record ( Memberi catatan ), yaitu  memberi catatan atau tanda pada buku  yang dibaca atau pada kertas atau buku lainnya untuk melengkapi atau memperjelas materi buku yang telah dibaca.

Recite ( Mengulas ), yaitu mengungkapkan isi buku dengan kata kata sendiri sambil menutup buku terkait.

 

PENTING : Kalau kita dapat memahami mengenai ketentuan tersebut di atas, maka diharapkan dapat menguasai materi kuliah dan isi suatu buku dengan sebaik-baiknya dan dapat menyelesaikan studi sesuai waktu yang telah ditetapkan.

Categories: Perkuliahan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: